dan umat-Ku, yang atasnya nama-Ku disebut, merendahkan diri, berdoa dan mencari wajah-Ku, lalu berbalik dari jalan-jalannya yang jahat, maka Aku akan mendengar dari sorga dan mengampuni dosa mereka, serta memulihkan negeri mereka.
Sekarang mata-Ku terbuka dan telinga-Ku menaruh perhatian kepada doa dari tempat ini.
Sekarang telah Kupilih dan Kukuduskan rumah ini, supaya nama-Ku tinggal di situ untuk selama-lamanya, maka mata-Ku dan hati-Ku akan ada di situ sepanjang masa.
( II tawarikh 7:14-16 )

Sabtu, 09 April 2011

SIAPA ORANG-ORANG TERDEKAT KITA?

Disadur dari Renungan Harian Air Hidup, edisi 8 April 2011 -


Baca:  Amsal 27:17

"Besi menajamkan besi, orang menajamkan sesamanya."  Amsal 27:17

Jika memperhatikan pergaulan anak-anak muda sekarang, terlebih di kota-kota besar, hati terasa miris.  Maraknya pergaulan bebas, pesta narkoba, 'dugem' dan sebagainya adalah dampak dari pertemanan yang dibangun dengan orang-orang yang 'salah'.  Apa dan siapa yang ada di dekat kita setiap hari akan membentuk pola pikir, sifat dan bahkan menentukan masa depan kita.  Jika yang mengelilingi kita adalah orang-orang yang tepat dan benar, maka sifat-sifat dan kebiasaan mereka akan mewarnai hidup kita.  Sebaliknya, jika orang-orang jahat dan 'amburadul' yang merupakan sahabat kita, di mana kita menghabiskan sebagian besar waktu bersama, maka lambat laun kita pun akan menjadi serupa dengan mereka.  Itulah sebabnya Rasul Paulus menasihatkan,  "Janganlah kamu sesat:  Pergaulan yang buruk merusakkan kebiasaan yang baik."  (1 Korintus 15:33).  Pergaulan yang salah dapat merusak dan menghancurkan masa depan seseorang, bahkan membawanya semakin jauh dari jalan-jalan Tuhan.  Karena itu jika ingin berhasil kita harus selektif memilih orang-orang yang akan kita jadikan sahabat atau orang terdekat kita.

     Mengapa kita harus membangun hubungan dengan orang-orang yang tepat?  Karena untuk berhasil kita membutuhkan panutan, dan yang layak menjadi panutan bagi kita sudah pasti adalah orang-orang yang berhasil dalam hidupnya.  Pertanyaannya:  apakah saat ini kita sedang dikelilingi oleh orang-orang yang membuat kita makin maju, makin bersemangat, makin berwawasan luas, makin setia melayani Tuhan dan makin menujukkan grafik peningkatan?  Jika ya, belajarlah dari mereka dan teladanilah pola hidupnya, karena untuk maju dan berhasil kita memerlukan orang-orang yang lebih berhasil, lebih pintar dan memiliki nilai lebih di penilaian kita.  Maksudnya supaya mereka dapat mendorong kita untuk maju, bukan melemahkan atau memberi dampak buruk bagi kita.  Salomo mengatakan,  "Siapa bergaul dengan orang bijak menjadi bijak, tetapi siapa berteman dengan orang bebal menjadi malang."  (Amsal 13:20).

     Betapa pentingnya memiliki sahabat atau teman yang tepat, serta memiliki pergaulan dengan orang-orang yang tepat pula, karena apa yang kita lihat dan kita dengar akan mendorong kita meraih keberhasilan.  Sebaliknya, kalau teman-teman kita adalah orang yang nakal, tidak tertib hidupnya, orang yang putus asa, berperilaku buruk dan memalukan, apa yang kita dapatkan dari mereka?

Karena itu jangan sembrono memilih teman.

Kamis, 07 April 2011

JANGAN MENILAI ORANG KARENA PENAMPILAN!

Disadur dari Renungan Harian Air Hidup, edisi 7 April 2011 -

Baca:  Matius 7:1-5

"Karena dengan penghakiman yang kamu pakai untuk menghakimi, kamu akan dihakimi dan ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu."  Matius 7:2

Adalah hal yang wajar jika manusia menilai sesamanya berdasarkan penampilan luarnya atau apa yang terlihat oleh mata, sampai-sampai ada istilah cinta pada pandangan pertama:  ketertarikan terhadap seseorang saat pertama jumpa yang pastilah didasari oleh penilaian dari penampilan luar.  Acapkali penampilan seseorang adalah cerminan dari pribadi atau keadaan orang yang bersangkutan.  Semisal saat ia sedang gembira, sedih, semangat, frustasi atau putus asa pasti akan terlihat dari penampilannya.  Kadangkala dari sorotan mata saja seseorang bisa dinilai, apakah ia orang yang sombong atau punya niat yang tidak baik seperti tertulis:  "Mata mereka penuh nafsu zinah dan mereka tidak pernah jemu berbuat dosa."  (2 Petrus 2:14a).  Atau mungkin kita berkata,  "Ah, aku tidak suka dengan orang itu, dari raut mukanya saja sudah terlihat kalau dia itu judes atau jahat."  Singkat kata, kita begitu gampangnya menilai atau mengomentari seseorang seperti layaknya kita menilai sebuah buku berdasarkan sampul atau cover-nya.

     Penilaian kita terhadap seseorang bisa saja salah.  Maka dari itu firman Tuhan melarang kita untuk menghakimi atau mengukur orang lain dengan ukuran kita, apalagi berdasarkan penampilan luarnya.  Yang berhak menilai manusia itu Tuhan, bukan sesamanya, karena ukuran kita menilai orang berbeda dengan penilaian Tuhan.  "Bukan yang dilihat manusia yang dilihat Allah;  manusia melihat apa yang di depan mata, tetapi Tuhan melihat hati."  (1 Samuel 16:7b).  Dalam kotbahnya Tuhan Yesus menasihati agar kita tidak terlalu memfokuskan diri pada hal-hal yang lahiriah (penampilan luar).  Berkenan dengan hal ini Tuhan Yesus menegur keras orang-orang Farisi,  "...sama seperti kuburan yang dilabur putih, yang sebelah luarnya memang bersih tampaknya, tetapi yang sebelah dalamnya penuh tulang belulang dan pelbagai jenis kotoran... di sebelah luar kamu tampaknya benar di mata orang, tetapi di sebelah dalam kamu penuh kemunafikan dan kedurjanaan."  (Matius 23:27:28).  Ternyata penampilan luar seringkali menipu!

     Memang kita tidak boleh meremehkan penampilan, namun itu bukan yang utama.  Alkitab dengan tegas melarang kita untuk menilai, menghakimi atau mengukur seseorang berdasarkan penampilan luarnya.  Yang berhak menilai seseorang adalah Tuhan, bukan kita.

Tugas kita adalah mengasihi dan memberkati sesama kita!

Rabu, 06 April 2011

MELAYANI TUHAN: Ada Mujizat Dialami

Disadur dari Renungan Harian Air Hidup, edisi 6 April 2011 -

Baca:  2 Raja-Raja 4:8-37

"Berkatalah perempuan itu kepada suaminya:  'Sesungguhnya aku sudah tahu bahwa orang yang selalu datang kepada kita itu adalah abdi Allah yang kudus.' "  2 Raja-Raja 4:9

Berbicara tentang pelayanan, tidak semua orang Kristen memberikan respons yang positif;  ada yang suka dan ada pula yang tidak suka.  Ada yang berkata,  "Buat apa repot-repot ikut pelayanan di gereja, sudah capai tidak ada untungnya.  Lebih baik di rumah nonton TV atau kerja lembur di kantor atau jaga toko, ada pemasukan.  Ke gereja tiap minggu saja sudah lebih dari cukup."  Tapi ketika sedang dalam kesukaran atau mengalami masalah yang berat kita baru merasakan betapa kita sangat membutuhkan Tuhan;  kita mencari Tuhan dengan linangan air mata:  "Tuhan tolong pulihkan keluargaku.  Tuhan tolong sembuhkan sakitku.  Nanti kalau sudah sembuh aku akan melayani Tuhan dengan sungguh."  Kepada jemaat di Korintus Paulus menasihatkan,  "...saudara-saudaraku yang kekasih, berdirilah teguh, jangan goyah, dan giatlah selalu dalam pekerjaan Tuhan!  Sebab kamu tahu, bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payahmu tidak sia-sia."  (1 Korintus 15:58).  Ayat ini menegaskan bahwa setiap jerih payah, pengorbanan, kesetiaan dan ketekunan kita terhadap perkara-perkara rohani tidak pernah sia-sia.

     Mari kita membuka mata rohani dan belajar dari kehidupan perempuan Sunem.  Ia mengalami mujizat dari Tuhan karena ia melayani dan menghormati nabi Allah (Elisa) dengan baik.  Tertulis:  "Baiklah kita membuat sebuah kamar atas yang kecil yang berdinding batu, dan bailah kita menaruh di sana baginya sebuah tempat tidur, sebuah meja, sebuah kursi, dan sebuah kandil, maka apabila ia datang kepada kita, ia boleh masuk ke sana.  Pada suatu hari datanglah ia (Elisa-Red.) ke sana, lalu masuklah ia ke kamar atas itu dan tidur di situ."  (2 Raja-Raja 4:10-11).  Ini menunjukkan bahwa perempuan Sunem ini mengasihi Tuhan dan mengutamakan Dia.  Karena melayani Tuhan dengan sungguh ia menerima nubuatan yaitu ia akan memiliki anak.  Dan nubuatan itu terjadi!  (2 Raja-Raja 4:16-17).

     Ada dampak yang luar biasa bagi orang-orang yang mengasihi dan melayani Tuhan:  mujizat, berkat dan pemulihan.  Ketika anaknya sakit dan dinyatakan sudah mati, Tuhan pun sanggup menyembuhkannya.  Oleh karena itu, tetaplah setia dan jangan pernah merasa lelah untuk melayani Tuhan, karena pertolongan dari Tuhan pasti dinyatakan atas kita.

Selagi ada kesempatan, jangan pernah sia-siakan!

Selasa, 05 April 2011

TUNANGAN KRISTUS YANG BERKENAN

Disadur dari Renungan Harian Air Hidup, edisi 5 April 2011 -

Baca:  2 Korintus 11:1-6

"Sebab aku cemburu kepada kamu dengan cemburu ilahi.  Karena aku telah mempertunangkan kamu kepada satu laki-laki dan membawa kamu sebagai perawan suci kepada Kristus."  2 Korintus 11:2

Sebelum memasuki jenjang pernikahan kudus biasanya pasangan pria-wanita mengadakan pertunangan terlebih dahulu sebagai tanda ikatan kasih mereka.  Dalam menjalani masa-masa pertunangan itu pria-wanita harus bisa menjaga hidupnya agar tetap kudus samai pernikahan itu tiba.  Begitu pula setiap orang percaya atau jemaat Tuhan adalah calon mempelai Kristus.

     Paulus menyatakan bahwa kita telah dipertunangkan dengan Kristus.  Kita adalah mempelai wanita yang akan bertemu dengan mempelai laki-laki di dalam pesta kawin Anak Domba.  Sebagaimana seperti seseorang yang sudah dipertunangkan dengan orang lain, maka calon mempelai perempuan harus bisa menjaga diri dan kuat menghadapi segala godaan yang ada.  Ia harus fokus kepada pasangannya dan tidak boleh bercabang hati.  Jangan sampai di masa-masa penantiannya ia terpikat dan berpaling kepada yang lain.  Karena kita telah dipertunangkan dengan Kristus kita pun harus menjadi tunangan yang setia, jangan sampai kita tertipu dan disesatkan oleh kuasa-kuasa lain di luar Tuhan yang membuat kita semakin jauh dari Tuhan.  Inilah yang dikuatirkan Paulus:  "Tetapi aku takut, kalau-kalau pikiran kamu disesatkan dari kesetiaan kamu yang sejati kepada Kristus, sama seperti Hawa diperdayakan oleh ular itu dengan kelicikannya."  (2 Korintus 11:3).  Berhati-hatilah!  Jangan sampai hati kita berpaling pada dunia ini dan membuat hati Tuhan cemburu.  "...Tidakkah kamu tahu, bahwa persahabatan dengan dunia adalah permusuhan dengan Allah?  Jadi barangsiapa hendak menjadi sahabat dunia ini, ia menjadikan dirinya musuh Allah."  (Yakobus 4:4).  Kita tahu bahwa di dunia ini banyak sekali penyesat-penyesat yang dapat saja menghancurkan keluarga-keluarga Kristen, studi, bisnis dan bahkan juga pelayanan.

     Sebagai tunangan Kristus mari kita tetap setia dan menjaga kekudusan sambil menanti-nantikan kedatanganNya sebagai mempelai laki-laki yang tidak akan lama lagi.  Ingatlah, kita sudah dikuduskan dan ditebus oleh darah Kristus di atas kayu salib, berarti kita sudah sepenuhnya menadi milikNya.

Jagalah hidupmu agar tak bercacat cela, sehingga ketika mempelai laki-laki itu datang Dia tidak berkata,  "...sesungguhnya aku tidak mengenal kamu."  (Matius 25:12).

Senin, 04 April 2011

SERUKAN KEMENANGAN DARI TUHAN!

Disadur dari Renungan Harian Air Hidup, edisi 4 April 2011


Baca:  Yohanes 16:16-33

"Semuanya itu Kukatakan kepadamu, supaya kamu beroleh damai sejahtera dalam Aku.  Dalam dunia kamu menderita penganiayaan, tetapi kuatkanlah hatimu, Aku telah mengalahkan dunia."  Yohanes 16:33

Tuhan Yesus sudah lebih dahulu menyatakan bahwa selama kita hidup di dunia ini kita akan dihadapkan pada masalah dan kesukaran.  Namuun sebagai orang percaya kita tidak perlu takut dan cemas, karena tiap-tiap kita yang ada di dalam Kristus mempunyai jaminan kemenangan.

     Tuhan Yesus telah mengalahkan segala jenis masalah yang ada melalui karya penebusanNya di atas Golgota.  Dosa, kutuk, sakit-penyakit, perbudakan dan sebagainya telah dikalahkanNya.  Tertulis demikian:  "Kristus telah menebus kita dari kutuk hukum Taurat dengan jalan menjadi kutuk karena kita, sebab ada tertulis:  'Terkutuklah orang yang digantung pada kayu salib!' "  (Galatia 3:13).  Jadi kita yang ada di dalam Kristus tidak berada di pihak yang kalah, melainkan sebagai orang-orang yang menang.  "...dalam semuanya itu kita lebih dari pada orang-orang yang menang, oleh Dia yang telah mengasihi kita."  (Roma 8:37).  Ketika kita menjadikan Yesus sebagai Tuhan dari kehidupan kita, kita sedang dilahirkan dalam kemenangan karena Yesus telah mengalahkan dunia ini.  Oleh karena itu kita harus senantiasa menyerukan kemenangan itu setiap hari di manapun kita berada dan kemana pun kita melangkah.  Serukan kemenangan itu melalui pujian kita.  Sudahkah hari-hari Saudara dipenuhi dengan puji-pujian bagi Tuhan?  Ataukah hari-hari kita diwarnai dengan kemurungan dan keluh kesah?  Sekarang ini bukanlah waktu untuk meratap dan mengasihani diri sendiri tentang segala sesuatu yang terjadi.  Mari kita belajar dari pemazmur yang senantiasa memuji-muji Tuhan di setiap waktu:  pagi hari, tengah hari dan di malam hari.  Pemazmur berkata,  "Kiranya nama Tuhan dimasyhurkan, sekarang ini dan selama-lamanya.  Dari terbitnya sampai kepada terbenamnya matahari terpujilah nama Tuhan."  (Mazmur 113:2-3).

     Jika kita jarang sekali memuji Tuhan, mulailah dari sekarang.  Serukan kemenangan melalui pujian saat berangkat ke kantor, membuka toko atau pulang bekerja.  Iblis sangat tidak tahan mendengar puji-pujian yang dinaikkan oleh orang percaya!  Sudah waktunya melangkah dan bertindak dengan iman, mengalami firman dan mengimani janji-janji Tuhan.  Bila Iblis mulai menggoncang kita dengan masalah dan tekanan-tekanan jangan menyerah dan melarikan diri.

Serukan kemenangan dalam nama Yesus setiap saat, Iblis bertekuk lutut tak berdaya!