dan umat-Ku, yang atasnya nama-Ku disebut, merendahkan diri, berdoa dan mencari wajah-Ku, lalu berbalik dari jalan-jalannya yang jahat, maka Aku akan mendengar dari sorga dan mengampuni dosa mereka, serta memulihkan negeri mereka.
Sekarang mata-Ku terbuka dan telinga-Ku menaruh perhatian kepada doa dari tempat ini.
Sekarang telah Kupilih dan Kukuduskan rumah ini, supaya nama-Ku tinggal di situ untuk selama-lamanya, maka mata-Ku dan hati-Ku akan ada di situ sepanjang masa.
( II tawarikh 7:14-16 )

Jumat, 04 Maret 2011

4 Cara Mengenal Cinta Manusia ( Renungan untuk Remaja & Pemuda)

Post by Renungan Harian Remaja

Kategori  tips pacaran

Robert J. Wieland menganjurkan 4 cara untuk mengenal cinta manusia secara alamiah :

1. Tergantung pada keindahan dan kebaikan dari objeknya.
Secara alamiah kita memilih teman yaitu yang baik dan menyenangkan kita.
Kita jatuh cinta dengan pasangan yang berbeda dimana dia berpenampilan fisik baik, menyenangkan, pintar, dan menarik.

2. Tergantung pada kebutuhan.
Dua teman saling mencintai karena mereka membutuhkan satu sama lain. Seseorang merasa kesepian dan kosong bila tidak ada pasangannya.

3. Berdasarkan norma yang sudah ada.
Banyak orang Indonesia, contohnya : Masih mengikuti cara memilih teman hidup sesuai dengan norma yang ada di lingkungannya.

4. Selalu mencari dan mendaki yang lebih tinggi.
Tidak ada seorang pegawai yang mau posisinya tetap, mereka selalu menginginkan promosi. Politisi propinsi ingin mencapai menjadi politisi Negara. Demikian juga mencari pasangan hidup, banyak orang menginginkan hal yang lebih baik dari apa yang sudah mereka raih.

Raja Salomo memenuhi keempat cara yang dikemukakan oleh Wieland pada waktu yang bersamaan, tapi dia bertobat pada akhir hidupnya. Marilah kita mengambil pelajaran dari pertobatan Raja Salomo dalam hati kita dan jadilah bijaksana. Satu hal yang harus anda ketahui bahwa pernikahan adalah rencana Allah bagi kehidupan manusia. Kita tidak bisa menggunakan standar dunia untuk menggunakan pasangan yang terbaik dari Allah. Percayakan pada Allah dan nantikanlah!
Percayakanlah pada Tuhan. “Setiap langkah kesalahan akan diikuti langkah salah lainnya, sampai akhirnya dia merasa tidak dapat melepaskan rantai yang telah mengikatnya”
Bila setiap wanita dan pria mempunyai kebiasaan untuk berdoa dua kali sehari sebelum dia memutuskan untuk memasuki pernikahan, maka dia harus berdoa 4 kali sehari untuk mendoakan pernikahan yang akan dia masuki.  



Perkawinan adalah sesuatu yang akan mempengaruhi jalan hidup dan masa depan kita, baik di dunia sekarang maupun didunia yang baru.

Jangan Tergoda


– Diambil dari bacaan e-RH (www.renunganharian.net), EDISI 4 Maret 2011
Baca: 1 Yohanes 2:15-17
Ayat Mas: Sebab semua yang ada di dalam dunia, yaitu keinginan daging dan keinginan mata serta keangkuhan hidup, bukanlah berasal dari Bapa, melainkan dari dunia (1 Yohanes 2:16)
Bacaan Alkitab Setahun: Yosua 1-3
Dalam film ketiga Narnia, The Voyage of the Dawn Trader, para tokoh utama ditugasi menyelamatkan warga Narnia yang hilang secara misterius. Raja Caspian, Edmund, dan Lucy Pevensie, adalah para pemberani harapan Narnia. Namun, mereka diberi pesan agar tak tergoda oleh apa pun yang mungkin ditawarkan kepada mereka. Nyatanya, godaan itu terus hadir. Lucy yang terobsesi oleh kecantikan kakak wanitanya, digoda oleh tawaran untuk diubah menjadi secantik sang kakak. Edmund, yang tak tahan tinggal bersama paman-bibi yang tak ramah, tergoda tumpukan emas yang bisa membuatnya kaya dan hidup mandiri. Dan, hanya kemenangan atas godaan yang membuat mereka mampu menunaikan tugas.
Di dunia ini, kita pun ditugasi untuk menyelesaikan misi yang Tuhan berikan. Dan, ada pesan serupa bagi kita: jangan teralihkan oleh godaan. Namun segala godaan itu nyata ada, selama kita masih hidup di dunia. Dan, betapa pintarnya Setan menyajikan godaan; ia membujuk kita sedemikian hingga tampaknya godaan itu baik dan benar! Membuat kita merasa tak bersalah melakukannya, sebab seolah-olah ada hal baik yang akan kita peroleh.

Lalu, bagaimana kita dapat menang atas godaan? Pertama, jangan terikat dan terobsesi pada hal-hal yang fana di dunia ini. Kenali dan waspadai kelemahan kita sendiri; di mana kita akan mudah tergoda oleh tawaran dunia—apakah keinginan daging, keinginan mata, atau keangkuhan hidup? (ayat 16). Kedua, kasihi Tuhan lebih dalam dan lakukan kehendak Allah (ayat 17). Banyak membaca firman Allah serta berdoa, dan terus melatih iman, agar kita mengalami kemenangan bersama Tuhan.

TUHAN MENYEDIAKAN SENJATA YANG LENGKAP UNTUK BERJUANG BAGI SETIAP KITA YANG MAU MELAWAN GODAAN SAMPAI MENANG

Kamis, 03 Maret 2011

INDAHNYA PERSEKUTUAN


– Diambil dari bacaan e-RH (www.renunganharian.net), EDISI 3 Maret 2011
Baca: Roma 12:9-17
Ayat Mas: Bersukacitala dengan orang yang bersukacita, dan menangislah dengan orang yang menangis! (Roma 12:15)
Bacaan Alkitab Setahun: Ulangan 31-34
Seorang pemuda kehilangan sepeda motornya yang diparkir di halaman gereja. Ia sangat terpukul. Setelah dua belas bulan mengangsur dengan gaji pas-pasan, sepeda motornya raib! Para pemuda berdoa baginya. Lalu, sebuah pertanyaan muncul: “Mengapa hanya berdoa? Tidak bisakah kita berbuat sesuatu?” Tanpa sepengetahuan si pemuda, puluhan rekannya berusaha mengumpulkan uang. Ada yang menyisihkan penghasilannya setiap bulan. Ada yang berjualan kue. Setahun kemudian, mereka berhasil membeli sepeda motor baru dan diserahkan kepada si pemuda pada persekutuan malam Natal. Momen itu sangat indah. Penuh tawa dan air mata. Baik yang memberi maupun yang menerima, semua dilimpahi berkat Tuhan.

Tuhan sering membentuk kerohanian kita melalui persekutuan. Tak seorang pun bisa memiliki kerohanian yang dewasa semata dengan berdoa, berpuasa, atau mendalami Alkitab secara pribadi. Itu sebabnya, Rasul Paulus meminta jemaat untuk selalu terlibat dalam per-sekutuan. Dalam setiap persekutuan, ada bermacam-macam orang. Ada yang hatinya sedang sesak (ayat 12), hidup berkekurangan (ayat 13), berdukacita (ayat 15), bahkan mungkin ada yang jahat (ayat 17). Tidak mudah mengasihi dan memahami mereka. Konflik dan salah paham biasa terjadi. Namun, justru lewat semua itu kita belajar mengasihi dengan tulus. Belajar menangis dan tertawa bersama. Belajar sehati sepikir.
Tuhan membentuk kita lewat orang lain. Maka benamkanlah diri Anda dalam persekutuan. Di situlah Anda memiliki kesempatan untuk berlatih: Mewujudkan kasih dalam tindakan nyata! –JTI


PERSEKUTUAN BAGAIKAN GUNTING TAJAM YANG TUHAN PAKAI UNTUK MEMANGKAS KEEGOISAN KITA

Rabu, 02 Maret 2011

WARGA KERAJAAN SORGA: Berbeda Dari Dunia


Disadur dari Renungan Harian Air Hidup, edisi 2 Maret 2011 -

Baca:  Filipi 3:17-21 

"Karena kewargaan kita adalah di dalam sorga, dan dari situ juga kita menantikan Tuhan Yesus Kristus sebagai Juruselamat,"   Filipi 3:20

Mejadi penduduk Indonesia berarti kita adalah warga negara Indonesia.  UUD 1945 mengatakan bahwa warga negara Indonesia adalah orang-orang bangsa Indonesia asli dan orang-orang bangsa lain yang disahkan dengan undang-undang sebagai warga negara.  Sebagai warga negara kita memiliki persamaan hak dan kewajiban, antara lain hak untuk mendapatkan perlindungan dan kepastian hukum, bekerja dengan perlakuan yang adil dan layak, menyampaikan pendapat, mendapatkan pendidikan dan sebagainya.  Namun kita tidak boleh mengabaikan kewajiban kita yaitu taat kepada hukum.

     Begitu pula kita sebagai orang percaya, Alkitab menyatakan bahwa kita memiliki status kewargaan baru yaitu warga Kerajaan Sorga meskipun saat ini kita masih berada di dalam dunia ini.  Karena status kita adalah warga Kerajaan Sorga, kita pun juga harus memiliki kehidupan yang sesuai dengan hukum-hukum sorga yaitu firman Tuhan, hidup menurut hukum-hukum yang berlaku di sorga.  Berbeda dari dunia!  Inilah yang menjadi kehendak Tuhan!  Dikatakan,  "Janganlah kamu menjadi serupa dengna dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah:  apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna."  (Roma 12:2), meski hal ini membawa satu konsekuensi:  kita dianggap aneh, sok suci dan bahkan mungkin akan dijauhi oleh teman atau kerabat.  Lalu banyak dari kita yang akhirnya tidak lagi memiliki hidup yang 'berbeda', melainkan berkompromi dengan dosa sebagaimana biasa dilakukan oleh orang-orang dunia.


     Memang kita ada di dunia tetapi kita bukanlah berasal dari dunia ini.  Warga Kerajaan Sorga sangat bertolak belakang dengan dunia ini.  Kita tidak bisa berkompromi dengan dosa, baik melalui perbuatan maupun pikiran.  Adalah sangat penting untuk menyadari status kita sebagai warga Kerajaan Sorga, artinya Yesus sebagai Raja di atas segala raja yang berhak memerintah atas hidup kita.

Hidup yang berpadanan dengan firman Tuhan adalah ciri hidup seorang warga Kerajaan Sorga!

Selasa, 01 Maret 2011

Hanya Satu Kata: D O A


Disadur dari Renungan Harian Air Hidup, edisi 1 Maret 2011 -

Baca:  Kisah 4:23-31

"Dan ketika mereka (Petrus, Yohanes dan kawan-kawan - Red.) sedang berdoa, goyanglah tempat mereka berkumpul itu dan mereka semua penuh dengan Roh Kudus, lalu mereka memberitakan firman Allah dengan berani."  Kisah 4:31

Renungan ini tak bosan-bosannya kembali mengingatkan setiap orang percaya bahwa doa itu sangat penting dan besar kuasanya, sebagaimana tertulis:  "Doa orang benar, bila dengan yakin didoakan, sangat besar kuasanya."  (Yakobus 5:16b).


     Alkitab juga menyatakan bahwa sejak zaman dahulu hingga saat ini kekuatan gereja ada pada doa.  Kekuatan dan keberhasilan suatu gereja tidak pada pendetanya yang terkenal, atau gedungnya yang megah dan tinggi sampai menjulang ke langit, atau juga pada hal-hal yang ada di dunia ini, tetapi sepenuhnya pada kuasa Tuhan.  Oleh karena itu gereja harus selalu berdoa dan terus berdoa.  Karena dengan berdoalah ada pertolongan Tuhan dan jawaban dari setiap pergumulan hidup ini.  Kalau kita baca di dalam Alkitab, gereja mula-mula menghadapi banyak sekali ujian, tantangan, aniaya dan berbagai-bagai kesukaran, tetapi mereka tetap kuat berdiri karena mereka menghadapinya dengan doa.  Dikatakan,  "Mereka  (jemaat pertama - Red.)  bertekun dalam pengajaran rasul-rasul dan dalam persekutuan.  Dan mereka selalu berkumpul untuk memecahkan roti dan berdoa."  (Kisah 2:42).  Mereka bedoa atas dasar iman yang kokoh kepada Tuhan;  mereka percaya bahwa Tuhan yang mereka sembah adalah Allah yang hidup, berkuasa dan sanggup melakukan perkara-perkara besar dan ajaib.  Itulah sebabnya mereka tiada henti-hentinya berseru-seru kepada Tuhan, sehingga apa yang mereka imani terjadilah!


     Bagi gereja-gereja di akhir zaman ini, yang menghadapi tantangan yang semakin berat, tidak ada jalan lain selain harus semakin tekun di dalam doa.  Ketia gereja mula-mula berdoa, Tuhan mendengarkan seruan mereka, sehingga akhirnya Petrus dan Yohanes dilepaskan dari penjara.  Mereka pun berdoa sehingga  "...mereka semua penuh dengan Roh Kudus, lalu mereka memberitakan firman Allah dengan sangat berani."  Karena doa jugalah Roh Kudus bekerja atas mereka sehingga mereka tidak lagi takut atau malu memberitakan firman, melainkan semakin berani.  Tugas dan tanggung jawab gereja Tuhan saat ini adalah berdoa, berdoa dan berdoa!

Tanpa doa gereja tidak akan bertumbuh dan berdampak!